![]() |
| Mengapa Ivan IV Dikenal Sebagai Ivan the Terrible? (Foto: Pixabay) |
MYSEKERTARIS.MY.ID - Nama Ivan IV hampir selalu diikuti dengan julukan yang menyeramkan: Ivan the Terrible. Dalam sejarah Rusia, ia dikenal sebagai penguasa yang cerdas sekaligus kejam, reformis sekaligus tiran, religius tetapi brutal. Julukan itu melekat begitu kuat hingga menutupi sisi lain dari pemerintahannya yang sebenarnya kompleks dan penuh paradoks.
Tapi apakah “the Terrible” benar-benar berarti mengerikan dalam arti modern? Atau ada makna historis yang lebih dalam di balik sebutan itu? Untuk memahami mengapa Ivan IV mendapat reputasi sedemikian ekstrem, kamu perlu menelusuri masa kecilnya yang traumatis, kebijakan politiknya yang radikal, hingga tindakan kekerasan yang mengguncang Rusia pada abad ke-16.
Siapa Ivan IV?
Ivan IV lahir pada tahun 1530 dan menjadi penguasa Rusia sejak usia sangat muda. Ia dinobatkan sebagai Tsar pertama Rusia pada 1547, menjadikannya simbol lahirnya Kekaisaran Rusia yang terpusat dan lebih kuat. Gelar “Tsar” sendiri diambil dari kata Caesar, menunjukkan ambisi besar untuk membangun kekuasaan absolut.
Namun masa kecil Ivan penuh gejolak. Ayahnya meninggal ketika ia masih kecil, dan ibunya wafat beberapa tahun kemudian. Ia tumbuh di lingkungan istana yang penuh intrik dan perebutan kekuasaan antar bangsawan. Trauma masa kecil ini diyakini membentuk kepribadiannya yang penuh kecurigaan dan kecenderungan keras terhadap musuh.
Arti Sebenarnya dari “The Terrible”
Julukan “the Terrible” berasal dari kata Rusia “Grozny.” Dalam bahasa Rusia abad ke-16, kata ini tidak semata berarti kejam atau jahat. Grozny lebih dekat artinya dengan “ditakuti,” “menggetarkan,” atau “mengagumkan dalam kekuatan.” Jadi, makna awalnya lebih kompleks daripada sekadar label negatif.
Namun seiring waktu, terutama dalam terjemahan Barat, kata tersebut diasosiasikan dengan kekejaman. Reputasi Ivan yang dikenal karena eksekusi massal, penyiksaan, dan kebijakan represif membuat julukan itu terdengar sangat literal. Dalam imajinasi publik, ia berubah dari pemimpin yang ditakuti menjadi penguasa yang mengerikan.
Reformasi Awal yang Visioner
Menariknya, awal pemerintahan Ivan IV justru diwarnai reformasi progresif. Ia membentuk dewan penasihat yang dikenal sebagai “Chosen Council,” memperbarui sistem hukum melalui Sudebnik 1550, serta memperkuat administrasi negara. Reformasi militer juga dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme tentara.
Ivan juga mendorong ekspansi wilayah, termasuk penaklukan Kazan dan Astrakhan, yang memperluas kekuasaan Rusia secara signifikan. Dalam fase ini, ia dipandang sebagai pemimpin yang ambisius dan efektif. Banyak sejarawan menilai bahwa tanpa reformasi awal Ivan, Rusia mungkin tidak berkembang menjadi kekuatan besar seperti kemudian hari.
Oprichnina: Awal Teror Negara
Titik balik paling gelap dalam pemerintahan Ivan adalah kebijakan Oprichnina pada tahun 1565. Ia membagi Rusia menjadi dua wilayah: satu berada di bawah kontrol langsungnya dengan pasukan khusus bernama Oprichniki, dan satu lagi di bawah pemerintahan biasa. Oprichniki dikenal karena loyalitas fanatik dan tindakan brutal terhadap bangsawan.
Kebijakan ini dipicu oleh rasa curiga mendalam Ivan terhadap elit bangsawan yang ia anggap berkhianat. Ribuan orang dieksekusi, disiksa, atau diasingkan. Kota Novgorod menjadi salah satu korban paling terkenal, dengan pembantaian besar-besaran yang meninggalkan trauma kolektif dalam sejarah Rusia.
Paranoia dan Kekerasan Pribadi
Ivan IV bukan hanya kejam dalam kebijakan negara, tetapi juga dalam kehidupan pribadinya. Salah satu kisah paling terkenal adalah ketika ia diduga membunuh putranya sendiri dalam ledakan kemarahan. Lukisan terkenal karya Ilya Repin yang berjudul Ivan the Terrible and His Son Ivan menggambarkan momen tragis tersebut dengan ekspresi penyesalan yang mendalam.
Peristiwa ini, meskipun masih diperdebatkan oleh sejarawan, memperkuat citra Ivan sebagai penguasa yang tidak stabil secara emosional. Kombinasi antara kekuasaan absolut dan kondisi psikologis yang terguncang menciptakan pemerintahan yang penuh ketakutan.
Perang Livonia dan Kegagalan Ekspansi
Ivan juga terlibat dalam Perang Livonia (1558–1583) untuk memperluas akses Rusia ke Laut Baltik. Awalnya ia meraih beberapa keberhasilan, tetapi perang berkepanjangan melemahkan ekonomi dan militer Rusia. Konflik ini menguras sumber daya negara dan memperburuk ketidakstabilan internal.
Kegagalan dalam perang ini memperparah paranoia Ivan. Ia semakin keras terhadap siapa pun yang dianggap tidak loyal. Ekonomi Rusia pun tertekan akibat pajak tinggi dan kehancuran wilayah. Dampak jangka panjangnya terasa bahkan setelah kematiannya.
Agama dan Kekuasaan Absolut
Ivan IV adalah sosok yang sangat religius. Ia sering menunjukkan kesalehan mendalam, mendukung pembangunan gereja, dan memperkuat posisi Gereja Ortodoks Rusia. Namun religiusitasnya berjalan berdampingan dengan kekerasan ekstrem yang ia lakukan terhadap musuh politik.
Dalam pandangan Ivan, kekuasaan Tsar adalah mandat ilahi. Ia percaya dirinya dipilih Tuhan untuk memimpin Rusia, dan siapa pun yang menentangnya berarti menentang kehendak Tuhan. Keyakinan ini memperkuat legitimasi tindakan kerasnya dan menjadikannya penguasa absolut tanpa batas.
Warisan yang Kontroversial
Setelah kematian Ivan pada 1584, Rusia memasuki periode kekacauan yang dikenal sebagai Time of Troubles. Ketidakstabilan politik dan krisis suksesi menunjukkan bahwa pemerintahan teror memiliki konsekuensi jangka panjang. Negara yang ia bangun dengan tangan besi justru rapuh tanpa kehadirannya.
Namun warisan Ivan tidak sepenuhnya negatif. Ia memperluas wilayah Rusia secara signifikan dan meletakkan fondasi negara terpusat. Banyak sejarawan Rusia modern melihatnya sebagai figur kompleks: brutal tetapi visioner, destruktif tetapi juga pembangun.
Mengapa Julukan Itu Tetap Melekat?
Julukan Ivan the Terrible bertahan karena narasinya dramatis dan penuh kontras. Ia adalah simbol ekstrem kekuasaan absolut, di mana kecerdasan dan kekejaman berjalan berdampingan. Kisah hidupnya menawarkan gambaran jelas tentang bagaimana trauma, ambisi, dan kekuasaan dapat membentuk sejarah.
Dalam budaya populer dan literatur, ia sering digambarkan sebagai tiran haus darah. Namun jika kamu melihat lebih dalam, kamu akan menemukan bahwa kisah Ivan IV bukan hanya tentang teror, tetapi juga tentang transformasi Rusia menjadi kekuatan besar. Julukan “the Terrible” mungkin terdengar sederhana, tetapi di baliknya tersembunyi sejarah yang rumit dan penuh pelajaran tentang kekuasaan, ketakutan, dan dampaknya bagi sebuah bangsa.


0 Comments