![]() |
| 10 Jenis Konten yang Disukai Audiens di Media Sosial (Foto: Pixabay) |
MYSEKERTARIS.MY.ID - Di era digital seperti sekarang, media sosial bukan sekadar tempat berbagi foto atau status. Platform seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan X sudah menjadi ruang utama untuk membangun personal branding, bisnis, bahkan karier. Tapi pertanyaannya, kenapa ada konten yang langsung viral dan banjir interaksi, sementara yang lain sepi respons?
Jawabannya ada pada jenis konten yang kamu buat. Audiens punya preferensi tertentu terhadap format, gaya penyampaian, dan nilai yang mereka dapatkan. Kalau kamu ingin engagement naik, follower bertambah, dan kontenmu lebih sering muncul di beranda orang, kamu wajib tahu 10 jenis konten yang paling disukai audiens di media sosial berikut ini.
1. Konten Edukasi yang Memberi Solusi
Konten edukasi selalu punya tempat di hati audiens karena memberikan nilai nyata. Orang datang ke media sosial bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk belajar sesuatu yang praktis. Mulai dari tips keuangan, strategi bisnis, tutorial desain, sampai life hacks sederhana—semua yang membantu memecahkan masalah akan lebih mudah disukai dan dibagikan.
Kunci dari konten edukasi yang menarik adalah penyampaian yang sederhana dan relevan. Jangan terlalu teoritis. Gunakan contoh konkret dan bahasa yang mudah dipahami. Jika audiens merasa setelah menonton atau membaca kontenmu mereka jadi lebih pintar atau lebih siap menghadapi masalah, mereka akan kembali lagi.
2. Konten Storytelling yang Emosional
Cerita selalu punya kekuatan untuk menyentuh hati. Konten storytelling, baik tentang perjuangan pribadi, kisah sukses, kegagalan, atau pengalaman unik, sering kali menghasilkan engagement tinggi karena membangun koneksi emosional dengan audiens.
Saat kamu membagikan cerita yang jujur dan autentik, audiens merasa lebih dekat dan percaya. Mereka tidak hanya melihat kamu sebagai pembuat konten, tetapi sebagai manusia yang punya pengalaman nyata. Koneksi inilah yang membuat orang bertahan mengikuti perjalananmu.
3. Konten Hiburan yang Ringan dan Menghibur
Konten hiburan seperti meme, video lucu, atau parodi selalu cepat menarik perhatian. Di tengah kesibukan dan tekanan hidup, banyak orang membuka media sosial untuk mencari hiburan singkat yang bisa membuat mereka tersenyum atau tertawa.
Namun, hiburan yang disukai bukan sekadar lucu, tetapi juga relatable. Ketika audiens merasa, “Ini banget gue,” mereka akan lebih terdorong untuk like, komentar, atau membagikan konten tersebut ke teman-temannya.
4. Konten Behind The Scenes (BTS)
Audiens menyukai transparansi. Konten behind the scenes memperlihatkan proses di balik layar, mulai dari pembuatan produk, proses editing video, hingga keseharianmu sebagai content creator. Hal ini membuat brand atau personal branding terasa lebih manusiawi.
Ketika kamu menunjukkan proses, bukan hanya hasil akhir, audiens merasa dilibatkan. Mereka melihat usaha, kerja keras, dan detail yang biasanya tidak terlihat. Ini membangun rasa kedekatan dan loyalitas yang lebih kuat.
5. Konten Tutorial dan How-To
Konten tutorial adalah salah satu jenis konten paling dicari di media sosial, terutama dalam format video singkat. Audiens menyukai panduan langkah demi langkah yang jelas dan mudah diikuti, baik itu tutorial makeup, editing video, memasak, atau belajar bahasa.
Pastikan tutorialmu to the point dan langsung praktik. Gunakan visual yang jelas dan struktur yang rapi. Jika audiens bisa langsung mempraktikkan apa yang kamu ajarkan, kemungkinan mereka menyimpan atau membagikan kontenmu akan jauh lebih besar.
6. Konten Inspiratif dan Motivasi
Konten motivasi tetap menjadi favorit karena banyak orang membutuhkan dorongan semangat setiap hari. Kutipan inspiratif, refleksi kehidupan, atau pengalaman bangkit dari kegagalan bisa memberikan energi positif bagi audiens.
Namun, pastikan konten motivasimu tidak terasa klise. Tambahkan perspektif unik atau pengalaman pribadi agar lebih autentik. Audiens lebih menyukai motivasi yang terasa nyata daripada sekadar kata-kata indah tanpa konteks.
7. Konten Interaktif (Polling, Q&A, Challenge)
Audiens suka merasa dilibatkan. Konten interaktif seperti polling, sesi tanya jawab, kuis, atau challenge mendorong mereka untuk berpartisipasi secara aktif. Semakin banyak interaksi, semakin besar peluang kontenmu didorong oleh algoritma.
Dengan mengajak audiens berdiskusi atau memilih pendapat, kamu menciptakan komunikasi dua arah. Ini bukan hanya meningkatkan engagement, tetapi juga membantumu memahami apa yang sebenarnya mereka sukai dan butuhkan.
8. Konten Review dan Rekomendasi
Review produk, rekomendasi buku, tempat makan, atau aplikasi sangat diminati karena membantu audiens mengambil keputusan. Di tengah banyaknya pilihan, orang cenderung mencari referensi dari orang yang mereka percaya.
Agar reviewmu disukai, buatlah jujur dan seimbang. Jelaskan kelebihan dan kekurangan secara objektif. Ketika audiens merasa kamu tidak sekadar promosi, tetapi benar-benar memberi opini yang tulus, kepercayaan akan meningkat.
9. Konten Tren dan Topik Viral
Mengikuti tren adalah cara efektif untuk menjangkau audiens lebih luas. Konten yang menyesuaikan dengan lagu viral, format populer, atau isu hangat biasanya lebih cepat menarik perhatian karena sudah punya momentum.
Namun, jangan hanya ikut-ikutan tanpa relevansi. Sesuaikan tren dengan niche atau identitasmu. Ketika kamu bisa mengemas tren dengan sudut pandang unik, kontenmu akan lebih menonjol di antara yang lain.
10. Konten Personal Branding yang Autentik
Di balik semua jenis konten, satu hal yang paling disukai audiens adalah keaslian. Konten yang mencerminkan siapa kamu sebenarnya—nilai, gaya bicara, dan kepribadian—akan lebih mudah membangun hubungan jangka panjang.
Audiens bisa merasakan mana yang dibuat-buat dan mana yang tulus. Ketika kamu konsisten menunjukkan karakter asli, kamu tidak hanya mendapatkan follower, tetapi juga komunitas yang loyal dan mendukung.
Media sosial terus berkembang, tetapi satu hal yang tidak berubah adalah kebutuhan manusia akan koneksi, nilai, dan hiburan. Dengan memahami 10 jenis konten yang paling disukai audiens ini, kamu bisa mulai merancang strategi yang lebih terarah dan efektif.
Ingat, bukan soal seberapa sering kamu posting, tetapi seberapa relevan dan bermakna kontenmu bagi audiens. Jika kamu mampu memberi solusi, menyentuh emosi, dan tetap autentik, peluang untuk tumbuh di media sosial akan jauh lebih besar. Kini saatnya kamu bereksperimen, mengevaluasi, dan menemukan kombinasi konten terbaik yang paling sesuai dengan gaya dan target audiensmu.


0 Comments